Tanamkan hati kami...
Dengan
bendera menjadi dada kami...
Putihnya tulang kami...
Merahnya darah kami...
Sang saka berjasa...
Selalu menghadap pada yang Esa...
Berbahasa...
Bercita
rasa...
Beraga dan bhineka tunggal ika...
Taruhan jiwa raga anak bangsa...
Kini akan berbuah dan bermakna...
TUJUANKU HANYA SATU...
JAYALAH
INDONESIAKU...
Jangan kau sentuh tanah ini...
Bila kau tak perduli pada
kami...
Bangsa ini berbudi pekerti...
Selalu memakai janji suci...
Tanah
tumpahku tak mau dijajah lagi...
Aku siap mengabdi bagi ibu pertiwi...
Aku
adalah anak bangsa yang sejati...
Ditanganmu semua bangsa ini
berjanji...
Wahai Soekarno...
Bapak bumi...
Imanmu
sangat perduli...
Kami tahu kami yakin...
Kemerdekaan ini bukan pakai senjata
api...
Namun kau pakai hati yang suci...
Biar kau dimaki...
Kau tak perduli...
Kau dihina kau dicaci...
Kau hanya tersenyum sambil
berdiri...
Soekarno kau tunjukkan dadamu...
Mana dada anak
bangsamu ???
Kau tersenyum pilu...
Kau hanya berkata...
KEMERDEKAAN BANGSA
INI...
BUKAN BAKAR KEMENYAN DIBAWAH POHON KAMBOJA...
Namun memakai jiwa dan
raga...
Wahai anak bangsa...
Berdirilah engkau
dengan janji...
Ibu pertiwi sudah menanti...
Pelepahmu jangan sampai
terpancang di perut bumi...
Nanti kau akan mati binasa...
Karena bangsa yang
tak perduli...
Tekadmu harus bulat...
Susun dengan
rapat...
Jangan kau jalan ditempat...
Kau akan liat Indonesia siapa yang
dapat...
Hanya orang - orang yang bergerak dan berkeringat...
Wahai Soekarno...
Jenjangmu sudah menetap...
Aku sudah siap menangkap...
Maksud hatimu yang sudah padat...
Aku tahu walaupun jiwamu tak menetap
namun jasadmu selalu ditempat...
Tangan kananmu dipundak kiri...
Tangan
kirimu dipundak kanan...
Aku akan setia sampai mati...
Walaupun raga ini tak
berkenan...
Namun aku tak akan gentar...
Walaupun maut akan berpisah dari
jasad...
Wahai Soekarno...
Bapak segala
bangsa...
Kau tak pernah mati bagi anak bangsa...
Kau bagai santri yang
berjasa...
Kau bagai wali bagi Indonesia...
Wahai Soekarno...
Berjanjilah pada kami...
Bimbinglah kami melalui sanubari...
Tengoklah
anakmu ini...
Ekonomi menjadi daki...
Ada yang perduli ada yang mati...
Bangsa
ini ingin sejati...
Mengabdi di hadapan Ilahi...
Darahku akan kusucikan...
Tubuhku akan kumandikan...
Benderamu akan kuabadikan...
Wahai Soekarno" duhai soekarno...
Jangan kau lupa pada kami...
Kami adalah
engkau, engkau adalah kami...

No comments:
Post a Comment