Wednesday, April 13, 2016








Tanamkan hati kami...
Dengan bendera menjadi dada kami...
Putihnya tulang kami...
Merahnya darah kami...

Sang saka berjasa...
Selalu menghadap pada yang Esa...
Berbahasa...
Bercita rasa...
Beraga dan bhineka tunggal ika... 

Taruhan jiwa raga anak bangsa...
Kini akan berbuah dan bermakna...

TUJUANKU HANYA SATU...
JAYALAH INDONESIAKU...

Jangan kau sentuh tanah ini...
Bila kau tak perduli pada kami...

Bangsa ini berbudi pekerti...
Selalu memakai janji suci... 
Tanah tumpahku tak mau dijajah lagi...

Aku siap mengabdi bagi ibu pertiwi...
Aku adalah anak bangsa yang sejati...
Ditanganmu semua bangsa ini berjanji...

Wahai Soekarno...
Bapak bumi...
Imanmu sangat perduli...
Kami tahu kami yakin...
Kemerdekaan ini bukan pakai senjata api...
Namun kau pakai hati yang suci...
Biar kau dimaki...
Kau tak perduli...
Kau dihina kau dicaci...
Kau hanya tersenyum sambil berdiri...

Soekarno kau tunjukkan dadamu...
Mana dada anak bangsamu ??? 
Kau tersenyum pilu...
Kau hanya berkata...

KEMERDEKAAN BANGSA INI...
BUKAN BAKAR KEMENYAN DIBAWAH POHON KAMBOJA...

Namun memakai jiwa dan raga...

Wahai anak bangsa...
Berdirilah engkau dengan janji...
Ibu pertiwi sudah menanti...
Pelepahmu jangan sampai terpancang di perut bumi...
Nanti kau akan mati binasa...
Karena bangsa yang tak perduli...

Tekadmu harus bulat...
Susun dengan rapat...
Jangan kau jalan ditempat...
Kau akan liat Indonesia siapa yang dapat...
Hanya orang - orang yang bergerak dan berkeringat...

Wahai Soekarno...
Jenjangmu sudah menetap...
Aku sudah siap menangkap...
Maksud hatimu yang sudah padat...
Aku tahu walaupun jiwamu tak menetap namun jasadmu selalu ditempat...

Tangan kananmu dipundak kiri...
Tangan kirimu dipundak kanan...
Aku akan setia sampai mati...
Walaupun raga ini tak berkenan...
Namun aku tak akan gentar...
Walaupun maut akan berpisah dari jasad...

Wahai Soekarno...
Bapak segala bangsa...
Kau tak pernah mati bagi anak bangsa...
Kau bagai santri yang berjasa...
Kau bagai wali bagi Indonesia...

Wahai Soekarno...
Berjanjilah pada kami...
Bimbinglah kami melalui sanubari...
Tengoklah anakmu ini...

Ekonomi menjadi daki...
Ada yang perduli ada yang mati...
Bangsa ini ingin sejati...
Mengabdi di hadapan Ilahi...
Darahku akan kusucikan...
Tubuhku akan kumandikan...
Benderamu akan kuabadikan...

Wahai Soekarno" duhai soekarno...
Jangan kau lupa pada kami...
Kami adalah engkau, engkau adalah kami...

No comments:

Post a Comment