Aku akan bersenggama dengan malam...
Mendengarkan kalimat Tuhan...
Aku tersentuh dengan perasaan...
Jika kelam
mendapatkan ilham...
Jadilah aku wanita malam...
Tafakurku belum padat...
Aku masih mendengarkan kalimat mandat...
Salahku
masih bulat...
Namun akan kupecahkan sampai tak terlihat...
Kukunci
kamar ini...
Kujadikan permata jeli...
Namun pada saat aku terpana dengan
ranjangku disitu aku tau aku tak sendiri...
Hanya Tuhan yang selalu
menemani...
Saksiku sudah jelas...
Makin aku perjelas...
Ilahiku yang beralas...
Bagaikan bulir - bulir berjalan di nadi yang ingin
diperjelas...
Aaah bahasa rindu...
Bahasa syahdu...
Bahasa sembilu...
Jangan jauh dariku namun sembilu jangan ada di qalbu...
Bahasaku
permaisuri sejati...
Aku pasti mencari yang sejati...
Upeti tidak membuat
kumati...
Namun jati diri mengangkatku pakai permadani...

No comments:
Post a Comment