Friday, April 8, 2016
SEKARANG TULANGKU PUTIH...
HINGGA 100 TAHUNPUN TULANGKU TETAP PUTIH...
Menanti di pelabuhan hati...
Bergejolak dengan pasti...
Berirama tak akan mati...
Menunjukkan si jantung hati...
Berkata - kata dengan pancaran mata hati...
Sudah kurobek dada ini...
Aah ternyata banyak yang berkata - kata...
Lafatnya biasa, namun mengandung binasa...
Jantungku sesak...
Dia berkata " mengapa kau tak pernah menyapaku ??
Sedangkan aku selalu berada di dadamu...
Sudah kau pakai aku namun kau diamkan aku...
Apakah begitu caramu bertindak !!!
Tak pakai waktu jeda...
Paru - parupun berkata" subhannalah hebat ya engkau...
Nafasku sudah tersengal...
Namun engkau hanya mengajakku berteriak...
Entah apa yang engkau inginkan...
Berlari kesana - kemari...
Seperti mencari emas...
Namun yang kau dapat hanya seonggok nadi...
Ampun wahai tubuh...
Kau makan tanpa sari...
Kau minum tanpa buih...
Akhirnya diriku tak sanggup berdiri...
Sementara bentukku elok...
Aku lain dari pada yang lain...
Cantiknya aku bagaikan mutu manikam...
Namun mengapa engkau buat aku bagaikan duri dalam sekam...
Aku lambung yang siap mengabdi...
Namun diri tak mau peduli...
Hai tubuh mengapa kau putar - putar tubuhku ini...
Sehingga aku menggiling sakit sekali,...
Namaku ginjal pedih perih aku dibuat tak peduli...
Astaghfirullah betul - betul engkau tak pakai nadi...
Aah mengapa sahabatku protes...
Bukankah ujud manusia senang memakai...
Namun tak pandai merangkai !!!
Limpa namaku...
Aku penyaring yang kotor dan bersih...
Kalau aku sudah biasa menerima nasib seperti ini...
Namun jika saringanku sudah bocor baru aku diliat...
Tapi sudah terlambat...
Nada tinggi sudah memuncak...
Makan tak boleh banyak...
Kehidupan tak akan nyenyak...
Usus dan dubur mulai bercerita...
Aku terpotong dan dipotong...
Aku tersalip hidup yang nyelip...
Tadinya akan kuberi kerja dubur dan kemaluan...
Namun namanya manusia tak mau tegur sapa dengan kami,
Makanya ku kasih peta buta yang menjadi nista...
Akhirnya bergelimang dosa...
Hatipun berkata sambil merana !!!
Jangankan berzikir...
Sungguh sangat kikir...
Noda selalu mangkir...
Yang diperhatikan diluar yang selalu diukir...
Didalam siap diajarkan mangkir...
Inilah manusia yang berbaju namun tak bergulir...
Yang hanya tau berjiwa mahir...
Hai hai semua protes...
Beri aku waktu kata otak...
Aku hanya untuk mencetak...
Kekayaan yang diperbanyak...
Aqidah binasa karena tak nyenyak...
Aku mual tak berminyak...
Sementara rumahku keras namun makin mengeras...
Akan ku kuras hai manusia yang tak beralas...
Aku akan membuat kau memelas...
Pada yang menciptakanmu jika engkau masih waras...
Namun kuyakin hidupmu akan miskin...
Hanya karena kau tak tau yang mana kain yang mana angkin...
Kau lilit dipinggangmu...
Namun kau tak yakin akan ihdinna shirotholmustaqim...
JALAN YANG LURUS...
JALAN YANG ENGKAU RIDHOI YA ALLAH...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment