Garisku sudah tertera...
Kodratku tidak menderita...
Tahtaku akan ada di mana - mana...
Karena teman - temanku pandai berbicara...
Rodaku
sudah berputar...
Hidup sudah akan lancar...
Aku akan menyanyikan lagu maju
tak gentar...
Orang Indonesia pasti akan pintar...
Parfumku sudah menyebar...
Aromanya berlaku pintar...
Aku semakin pandai memutar...
Aku sedang menunggu halilintar menggelegar...
Cintaku Tanah Airku...
Kutunggu kau di depan pintu...
Aku menanti dirimu...
Berbunga dan berbulu...
Bulu kudukku berdiri tak menentu...
Menunggu si jantung hatiku...
Parasnya tampan dan rupawan...
Dialah slogan yang tak terbilang...
Wahai sang perjaka...
Jangan
kau menengok kekiri dan kekanan...
Ada aku sudah di depan...
Berparas elok
cantik menawan...
Tutuplah telingamu dari kemaksiatan...
Jenjang - janjangmu
sudah tak terbilang...
Namamu cukup di pandang...
Karena dirimu selalu
diam...
Namun jika dirimu memandang...
Aku terkesima di liat orang...
Wahai
perkasaku buah hatiku...
Jangan pernah kau telanjang di ranjang orang...
Aku tak mau di madu seperti orang - orang...
Karena kau milikku seorang...
Diriku akan menatap tak bilang-bilang...
Wahai kekasih pujaanku...
Tataplah aku walau tanpa sebab...
Kita bertemu pakai penyedap...
Tanpa di sadap dan disekap...
Wahai
sanubariku...
Mari kita bersama membangun negeriku...
Engkau selalu dan
selalu disitu...
Selalu jadi saksi bisu...
Namun kau tidak membisu...
Hanya
aromamu belum di buru...
Oleh pengobat rasa rindumu...
Kini aku datang akan menjemputmu...
Memberi aroma bagi negerimu...
Kita akan menjadi satu...
Untuk menempuh mahligai lautan biru...
Datanglah
kau padaku...
Jangan kau bawa - bawa wanita yang tidak aku setuju...
Anak -
anakmu sudah menunggu...
Membedah pertiwi menjadi...
MERDEKA...
MERDEKA...
MERDEKA...

No comments:
Post a Comment