Friday, April 15, 2016




Sangkarku berbentuk emas...
Aku berparas...
Aku mahligai yang selalu jelas...
Namun bila ditindas akan kubalas...
Pakai kelembutan hati yang berkelas...

Aku bersangkar namun tak akan ingkar...
Ada astral dibawah jangkar...
Walaupun aku bukan pendekar tapi aku juga bukan anak pasar...

Wahai wali didalam diri...
Ambil kasih yang yang selalu mandiri...
Aku berdiri tak ingin berlari...
Hatiku pilu jika engkau tak ada di sisi... 

Wahai sahabat nabi pelimpah ilmu...
Aku mau jadi muridmu...
Aku bertaqbir di hadapan Ilahi...
Namun.aku butuh bahana di dalam hati... 

Wahai Para Nabi Rasul Ilahi...
Aku hamba yang ingin berbakti...
Aku dilahirkan dan mati butuh ridho ilahi...
Hanya engkau pengajar di jiwa dan hati...

Aku butuh lagu sorak - sorak bergembira...
Jangan sampai Indonesia lara karena perantara...
Aku bernyanyi sambil bergembira karena tanahku akan merdeka...

Sabda berkata" jangan binasa jika selalu alpa...
Jaringlah Indonesia sampai merdeka...
Jangan sampai di jajah anak bangsa...
Ego berdiri dikaki yang berduri...
Sakitnya sampai menjangkau hati...
Terobek sampai berdaki...
Aku terkilir di peraduan bumi...
Namun aku tak ingin jadi mumi...
Dibawahnya mengendap api...

Asaku sudah hilang...
Rasaku tidak terbilang...
Namun aku tak pandai berperang...
Yang pandai aku bertafaqur di balik ranjang...

Aku bersimpuh dihadapan Ilahi...
Aku taqzim kebesaran Ilahi...
Aku menunggu rejeki dari...
Aku hanya dapat bersimpuh di hadapan Ilahi...

Kantong hati, kantong yang tak dapat di beli...
Terisi dari sari nadi...
Aku akan setia akan janji...
Aku akan berbakti bagi bangsa ini...

Getaran jiwaku tak akan tercoreng lagi...
Akan kunamakan si jantung hati...
Aku tak akan berlari dari negeri ini...
Karena bumi ini tempatnya surgawi...

No comments:

Post a Comment