Zaman sudah berubah sayang...
Cintaku
akan kupandang...
Aku tak mau lagi ditendang...
Karena aku sudah siap
telanjang...
Diranjang yang penuh dengan kalimat di terjang...
Karena aku
sang musang...
Yang berjalan dan selalu berjalan dan berhadapan...
Bertaubat
bukan tomat...
Aku siap di lumat...
Agar aku tidak kumat...
Akulah si sang
maklumat...
Jajaranku pangeran sakti...
Aku perlu bukti...
Engkau adalah
cemeti...
Karena engkau penuh arti bahkan sangat berarti...
Tambatan jiwaku...
Raga akan menjadi satu...
Akulah pemersatu agar aku tak buntu...
Sumpah
setiaku akan kupertaruhkan...
Aku akan berhubungan dengan jasadmu yang
mendesah...
Aku butuh diasah agar aku tak putus asa...
Sayangku perisai
hidupku...
Aku akan bergulat denganmu...
Aku menyambungkan tubuhku...
Karena
aku akan sanggup bersetubuh...
Akan tumbuh tubuh - tubuh yang bergemuruh...
Aku bagaikan burung pungguk merindukan bulan...
Hai burung jangan kau
bergelinjang di mana - mana...
Nanti engkau akan kuterjang...
Kutendang dan
menjadi dandang...
MERDEKA kata yang di impikan...
Aku tak mengenal kalimat
mimpi...
Karena aku tak pernah mimpi...
Tidurku jarang tersalur...
Aku bukan
ubur - ubur...
Akupun bukan bubur...
Didalam dubur akan melebur...
Aku
si tukang sembur...
Sayang jika kau datang...
Akan aku buat kau merangsang...
Agar kau sungsang di meja berpengalaman...
Kau bukan barang namun engkau
orang...
Selalu senyum di setiap kehidupan...
Jika kau bengong itu jadi
inspirasiku...
Jika kau berkata aku benci...
Aku ingin kau melamun...
Mengawang
tinggi diudara...
Jadilah darah yang tidak pernah berdarah...
Karena darahmu
sudah jadi tanah tumpah...
AKU ADALAH AKU...

No comments:
Post a Comment