Wednesday, March 30, 2016



 


Zaman sudah berubah sayang...
Cintaku akan kupandang...
Aku tak mau lagi ditendang...
Karena aku sudah siap telanjang...
Diranjang yang penuh dengan kalimat di terjang...
Karena aku sang musang...
Yang berjalan dan selalu berjalan dan berhadapan...

Bertaubat bukan tomat...
Aku siap di lumat...
Agar aku tidak kumat...
Akulah si sang maklumat...

Jajaranku pangeran sakti...
Aku perlu bukti...
Engkau adalah cemeti...
Karena engkau penuh arti bahkan sangat berarti...

Tambatan jiwaku...
Raga akan menjadi satu...
Akulah pemersatu agar aku tak buntu...

Sumpah setiaku akan kupertaruhkan...
Aku akan berhubungan dengan jasadmu yang mendesah...
Aku butuh diasah agar aku tak putus asa...

Sayangku perisai hidupku...
Aku akan bergulat denganmu...
Aku menyambungkan tubuhku...
Karena aku akan sanggup bersetubuh...
Akan tumbuh tubuh - tubuh yang bergemuruh...
Aku bagaikan burung pungguk merindukan bulan...
 
Hai burung jangan kau bergelinjang di mana - mana...
Nanti engkau akan kuterjang...
Kutendang dan menjadi dandang...

MERDEKA kata yang di impikan...
Aku tak mengenal kalimat mimpi...
Karena aku tak pernah mimpi...

Tidurku jarang tersalur...
Aku bukan ubur - ubur...
Akupun bukan bubur...
Didalam dubur akan melebur...
Aku si tukang sembur...

Sayang jika kau datang...
Akan aku buat kau merangsang...
Agar kau sungsang di meja berpengalaman...
Kau bukan barang namun engkau orang...
Selalu senyum di setiap kehidupan...

Jika kau bengong itu jadi inspirasiku...
Jika kau berkata aku benci...
Aku ingin kau melamun...
Mengawang tinggi diudara...
Jadilah darah yang tidak pernah berdarah...
Karena darahmu sudah jadi tanah tumpah...

AKU ADALAH AKU...

No comments:

Post a Comment