Tuesday, March 8, 2016
Lorong waktu telah menunjukkan mana yang haq dan mana yang bathil...
Berdiri tegaklah yang haq...
Walaupun sulit berdialog namun tetap akan jadi prolog...
Semilir angin menyampaikan pesan...
Jangan membuat kesan seolah berpesan...
Hidup insan tergantung dari harapan...
Jumpakan cerita pembawa berita...
Jangan mencari tahta kalau tak mau duka...
Bersenandung kata cinta damai akan sejahtera...
Pertikaian bukan sebuat tahta...
Namun membawa derita sepanjang masa...
Asa bukan esa...
Terbiasa menjadi sederhana...
Tonggakan sejarah di alam semesta...
Agar engkau tahu dan jangan hanya bisa menerka...
Hidup ini bukan teka teki yang hakiki memberi bukti...
Siap mengabdi untuk ibu pertiwi, beri tanda bukti...
JANGAN PERNAH LUPAKAN SEJARAH...
Yang indah jangan takut buah...
Busuk taruh ditampah...
Matang letakkan disajadah...
Kelok empat puluh empat tanah sumatera...
Elok dipandang pasti sejahtera...
Berdiri diatas tahta...
Jangan lupa kau tetap hamba...
Meliuk - liuk tubuh tanda setia...
Menggema di mana - mana...
Rupamu elok sudah biasa...
Namun yang di tengok adalah aksara membawa makna...
Tatanan hidup diperjuangkan...
Berdiri sambil berlari...
Berkicau tabir yang sejati...
Tengok di muka bumi...
Apakah engkau ingin jadi mumi atau mengabdi untuk ibu pertiwi...
SINGSINGKAN LENGAN BAJUMU...
Tunjukkan pada yang satu...
Kalau engkau mau bersatu...
Indonesia jangan berseteru...
Seharusnya jadikan pandu bagi bangsa - bangsa...
Yang mengaku berdaulat namun menusuk bagaikan sembilu...
Tuhan jadikan tanahku subur...
Jangan kau kubur menjadi bubur...
Biarkan kami yang menabur...
Hasilnya akan menjadi makmur...
Tuhan jika aku boleh mohon sekali lagi...
Jangan kami dijajah secara ekonomi...
Kami hanya ingin memberi pemikiran yang sejati...
Agar negeri ini punya bukti bahwa negara ini besar sekali...
Mempunyai putra putri yang bermata jeli...
Berkibar merah putih tanda sejati bangsa kami...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment